Sunday, July 27, 2014

Asa Yang HIlang



Asa yang Lihang
Beberpa orang bilang, lebih baik dicintai dari pada mencintai. hufh.. sekarang  aku lagi memutar otak di kamar mungil dikosanku memikirkan kalimat itu. Aku bimbang dan terpuruk. terpuruk? boleh ga sih kita terpuruk karena masa lalu? ada yang bilang,   “klo terpuruk ya jangan, karena pada dasarnya akhir dari keterpurukan itu adalah keputusasaan. kalo diliat dari sisi syariah putus asa itu sebagian dari dosa, dan kalo dari segi psikologis juga gak baik, sebaiknya kesalahan di masa lalu itu yang harus jadi cerminan kita buat berkaca biar bisa lebih baik buat sekarang dan masa depan…. karena kemenangan sejati itu bukan saat kita mendapatkan sebuah hal yang prestisius, tapi bagaimana kita membuat diri ini bangkit disaat kita jatuh” tapi bukan itu masalahnya. bukan soal kesalahan yang pernah ku perbuat,ini soal cinta yang pernah hinggap di hatiku beberapa bulan lalu. menyedihkan, tragis, arrgggh…!!!!
aku tak bisa memilih antara  dicintai atau mencintai. buatku dua hal itu penting. Dan betapa indahnya dunia ini jika bisa saling mencintai satu sama lain. ya, itulah yang ku rasakan beberapa bulan lalu saat pertama kali aku mengenal  cinta. Allah mempertemukan aku dengan lelaki yang sempurna, menurutku. Farhan namanya. dia berharga lebih dari emas. pelajaran berharga selalu ia ajarkan padaku, nasehat-nasehatnya selalu ku ingat dan ku jalani sesuai nasehatnya demi kebaikan diriku sendiri. perlahan tapi pasti. Hingga banyak perubahan yang ku rasa pada diriku. sikap, sifat, tutur kata, optimisme, semua hal buruk perlahan berubah menjadi lebih baik. Ia ada saat aku butuh, saat aku susah dan sengang. kami juga saling mengerti. semuanya berjalan begitu indah. tapi suatu hari semua hal indah itu tak lagi ku rasa. Bahkan perlahan pergi. hilang.  meninggalkan ku sendiri dengan hati yang terluka dan tersakiti tentunya.
kata orang bersahabat itu indah. lebih indah dari seorang pujaan hati, bahkan bisa membuat dunia dan hari-hari yang kita lalui lebih berwarna. Benarkah? tapi mengapa aku tak merasakan itu semua. awalnya sih iya, tapi ternyata aku baru sadar ternyata sahabat  juga bisa membuat diri kita hancur. hancur. curcurcur……
sungguh tak menyangka. Ternyata diam-diam sahabatku, Alya menaruh hati padanya. Diam-diam pula alya sering menghubunginya lewat telpon genggam yang ia punya. Sunnguh menyakitkan. aku kira mereka hanya ngobrol sebatas teman biasa. awalnya aku tak pernah berpikir sejauh itu, tapi semuanya memang nyata. Alya memang lebih dulu mengenal Farhan. Alya dan Farhan sekolah di tempat yang sama, hanya saja mereka berbeda kelas. Tapi yang ku tahu mereka hanya teman biasa. Bahkan Farhan tak pernah memberi tanda-tanda kalo dia menaruh hati pada Alya. Itu semua mengalir dari mulut Alya lewat cerita sebelum ku mengenal Farhan. Yang lebih tak ku sangka, Alya bilang aku cocok dengan farhan. padahal wajahnyapun aku tak tau. beberapa bulan kemudian dia datang dan menyapaku lewat salah satu komunikasi dunia maya, Facebook. lama kami berkomunikasi. hingga aku dan farhan benar-benar menjadi sepasang kekasih. ternyata Farhan memang malaikat yang mampu membuat jiwaku tenang. saakiit… semuanya perlahan pergi. Entah siapa yang salah, semua hilang dan benar Farnah jadi menaruh hati pada Alya.
sepi. benar-benar sepi. sendiri dan sendiri. lama aku tak berkomunikasi dengan Farhan. tapi suatu hari dia mengirimkan sms dan bilang bahwa dia rindu padaku. akhirnya aku pun mencurahkan isi hati yang selama ini masih tertinggal dihati. yaitu rasa cinta dan sayang yang tak kan pernah hilang sampai akhir hayat. dan dia menyesali bahwa dulu ia memang benar-benar ingin serius menjalani hubungan denganku. tapi ia bimbang karna dia harus merasakan  cinta dengan 2 nama dalam waktu yang sama. tak terasa air mata terus menetes dari kedua mataku. biarlah semuanya berlalu menjadi kenangan dalam sejarah hidupku. satu yang ku harap, jika kelak ia menemukan pendamping hidup yang lebih dariku, aku rela dan akan tetap mendukung orang yang ku sayang. Bahagianya Farhan adalah kebahagiaan ku juga. tapi tidak dengan Alya. sampai kapanpun aku tak kan pernah merelakannya. Biar cinta ini tetap ada dalam hati hingga ajal menjemputku.  bahkan mungkin sebelum aku mempunyai pasangan hidup yang sah, rasa itu takkan pernah sirna. Kan ku biarkan tetap tumbuh hingga disyurga nanti. Amiin.
                                                                                   
                                                                                    Cileungsi, 27 Maret 2011
Buah karya iseng : Lady Diana

No comments:

Post a Comment