Asa yang
Lihang
Beberpa orang bilang, lebih baik dicintai dari pada
mencintai. hufh.. sekarang aku lagi
memutar otak di kamar mungil dikosanku memikirkan kalimat itu. Aku bimbang dan
terpuruk. terpuruk? boleh ga sih kita terpuruk karena masa lalu? ada yang
bilang, “klo terpuruk ya jangan, karena pada dasarnya
akhir dari keterpurukan itu adalah keputusasaan. kalo diliat dari sisi syariah
putus asa itu sebagian dari dosa, dan kalo dari segi psikologis juga gak baik,
sebaiknya kesalahan di masa lalu itu yang harus jadi cerminan kita buat berkaca
biar bisa lebih baik buat sekarang dan masa depan…. karena kemenangan sejati itu
bukan saat kita mendapatkan sebuah hal yang prestisius, tapi bagaimana kita
membuat diri ini bangkit disaat kita jatuh” tapi bukan itu masalahnya. bukan
soal kesalahan yang pernah ku perbuat,ini soal cinta yang pernah hinggap di
hatiku beberapa bulan lalu. menyedihkan, tragis, arrgggh…!!!!
aku tak bisa memilih antara dicintai atau mencintai. buatku dua hal itu
penting. Dan betapa indahnya dunia ini jika bisa saling mencintai satu sama
lain. ya, itulah yang ku rasakan beberapa bulan lalu saat pertama kali aku
mengenal cinta. Allah mempertemukan aku
dengan lelaki yang sempurna, menurutku. Farhan namanya. dia berharga lebih dari
emas. pelajaran berharga selalu ia ajarkan padaku, nasehat-nasehatnya selalu ku
ingat dan ku jalani sesuai nasehatnya demi kebaikan diriku sendiri. perlahan
tapi pasti. Hingga banyak perubahan yang ku rasa pada diriku. sikap, sifat,
tutur kata, optimisme, semua hal buruk perlahan berubah menjadi lebih baik. Ia
ada saat aku butuh, saat aku susah dan sengang. kami juga saling mengerti.
semuanya berjalan begitu indah. tapi suatu hari semua hal indah itu tak lagi ku
rasa. Bahkan perlahan pergi. hilang. meninggalkan ku sendiri dengan hati yang
terluka dan tersakiti tentunya.
kata orang bersahabat itu indah. lebih indah dari
seorang pujaan hati, bahkan bisa membuat dunia dan hari-hari yang kita lalui
lebih berwarna. Benarkah? tapi mengapa aku tak merasakan itu semua. awalnya sih
iya, tapi ternyata aku baru sadar ternyata sahabat juga bisa membuat diri kita hancur. hancur.
curcurcur……
sungguh tak menyangka. Ternyata diam-diam sahabatku,
Alya menaruh hati padanya. Diam-diam pula alya sering menghubunginya lewat
telpon genggam yang ia punya. Sunnguh menyakitkan. aku kira mereka hanya
ngobrol sebatas teman biasa. awalnya aku tak pernah berpikir sejauh itu, tapi
semuanya memang nyata. Alya memang lebih dulu mengenal Farhan. Alya dan Farhan
sekolah di tempat yang sama, hanya saja mereka berbeda kelas. Tapi yang ku tahu
mereka hanya teman biasa. Bahkan Farhan tak pernah memberi tanda-tanda kalo dia
menaruh hati pada Alya. Itu semua mengalir dari mulut Alya lewat cerita sebelum
ku mengenal Farhan. Yang lebih tak ku sangka, Alya bilang aku cocok dengan
farhan. padahal wajahnyapun aku tak tau. beberapa bulan kemudian dia datang dan
menyapaku lewat salah satu komunikasi dunia maya, Facebook. lama kami
berkomunikasi. hingga aku dan farhan benar-benar menjadi sepasang kekasih.
ternyata Farhan memang malaikat yang mampu membuat jiwaku tenang. saakiit…
semuanya perlahan pergi. Entah siapa yang salah, semua hilang dan benar Farnah
jadi menaruh hati pada Alya.
sepi. benar-benar sepi. sendiri dan sendiri. lama
aku tak berkomunikasi dengan Farhan. tapi suatu hari dia mengirimkan sms dan
bilang bahwa dia rindu padaku. akhirnya aku pun mencurahkan isi hati yang
selama ini masih tertinggal dihati. yaitu rasa cinta dan sayang yang tak kan
pernah hilang sampai akhir hayat. dan dia menyesali bahwa dulu ia memang
benar-benar ingin serius menjalani hubungan denganku. tapi ia bimbang karna dia
harus merasakan cinta dengan 2 nama
dalam waktu yang sama. tak terasa air mata terus menetes dari kedua mataku. biarlah
semuanya berlalu menjadi kenangan dalam sejarah hidupku. satu yang ku harap,
jika kelak ia menemukan pendamping hidup yang lebih dariku, aku rela dan akan
tetap mendukung orang yang ku sayang. Bahagianya Farhan adalah kebahagiaan ku
juga. tapi tidak dengan Alya. sampai kapanpun aku tak kan pernah merelakannya.
Biar cinta ini tetap ada dalam hati hingga ajal menjemputku. bahkan mungkin sebelum aku mempunyai pasangan
hidup yang sah, rasa itu takkan pernah sirna. Kan ku biarkan tetap tumbuh
hingga disyurga nanti. Amiin.
Cileungsi,
27 Maret 2011
Buah karya iseng : Lady Diana
No comments:
Post a Comment